Archive for July, 2006

30
Jul

Lebanon tanah kelahiran Pujangga KG itu kini porak poranda

Lebanon. seperti juga sebuah film Jepang bertitle Cashern. dimana bersetting cerita postmo dan masa depan. tentang kehadiran penemuan "nyawa" manusia yang mampu menghiudpkan kembali orang yang telah wafat. cuma pesan moral dari film ini begitu menarik buat disimak.

bahwa ternyata terkadang kita harus lebih dahulu membunuh untuk sekedar menutupi rasa ketakutan kita akan dibunuh terlebih dahulu. dan sialnya rasa ketakutan itu membabi buta sehingga orang tua, anak-anak dan orang tak berdosa lainnya menjadi korban dari kegilaan insting manusia bernama rasa takut itu sendiri. dan tepat di tempat kelahiran pujangga besar Kahlil Gibran kita menyaksikan pembantaian manusia yang tak berdosa untuk sekedar memulihkan perasaan ketakutan. Israel membabi buta mengamuk membombardir pedesaan, dan rumah penduduk.

Tuhan memang terlalu kejam. membiarkan keangkaramurkaan, tapi Tuhan memang tidak berpijak dan berkecenderungan. kita sendiri manusia yang memilki kecenderungan. Tuhan hanya sering dibwaa-bawa namanya dalam setiap kesempatan. sialnya bahkan nama Tuhan sering kali terpakai untuk dan atas nama pembunuhan. dan seolah pembenaran ini menjadi legitimasi untuk perbuatan yang justru keluar dari sisi moral.. pertanyaan selanjutnya ukuran moralitas mana yang meng-halal-kan pembunuhan dan pengusiran.. untuk sebuah ego sejarah dari label scriptik sebuah kepercayaan.

Tuhan aku tau.. kau sebenernya tidak ikut campur dalam pertikaian hambamu ini. karena memang jadi arang dan yang kalahjadi debu. yang kalah hanya setan kecil belaka dan yang menang adalah iblis laknat yang pasti akan mengidap penyakit angkuh dan sombong. sebuah ciri2 yang jelas jauh dari nilai2 surgawi. karena penghubi surga setitikpun mestinya tak punya keangkuhan dan kesombongan.

terkadang baik unttuk hidup menderita dan sengsara, tertekan, terjajah dan terhina. karena hiudp didunia hanya sementara. yang ibarat hanya setetes air dijemari kita, sedangkan kehidupan lainnya laksana lautan samudra. mkn memang pilihan2 untuk hanya bahagia tapi sesaat dan menyesatkan.. atau menderita dan sengsara tapi hanya sebentar saja.

semoga kita menyadari hakekat. kehidupan bukan sekedar hakekat ke-aku-an

dany

21
Jul

Arti Iman dan Agnes Monica

Tiba-tiba aja seorang temen chatting nyeletuk.. nah.. agnes monica imannya lebih besar sih.. dia melayani tuhan dengan sungguh. makanya dia menang SCTV award.. coba kalo leony juga melayani tuhan dengan sungguh, pasti tuhan beri dia juga sama besar sama Agnes Monica.

apa iya ya.. apa persoalanya menangnya si agnes monica juga berkaitan dengan iman. dan sebenernya apa sih arti dan mkna tentang iman itu sendiri.

Iman. nama ini persis nama adek seppu gue yang tinggal di penghujung Kulon Jawa sana. tempat badak dan badui bertengger di habitatnya. Ya. dia juga bisa jadi cuma sekedar nama orang. karena dari suku kata dan penggalannya cukup mudah untuk dilafalkan. jadilah iman merupakan panggilan akrab keseharian seorang, sesosok atau mungkin juga seekor manusia.

sederhananya arti iman adalah percaya : tapi apakah kepercayaan itu itu sendiri sebuah keimanan? dan lantas ketika kita tidak mempercayai dan skeptis  kemudian kita termasuk tidak beriman? pertanyaan selanjutnya. apa dan definisi seperti apa iman itu. lalu ketika agnes monica lebih beriman dari leony apa dengan begitu agnes monica lebih beriman, karena sudah mencapai sebuah pencapaian prestasi tertentu. lalu ketika agnes menunjukan puser, perut mulusnya dan tentu juga pahanya yang putih itu terlihat jelas sangat moleknya. definisi iman yang seperti apa yang relevan untuk kasus ini???

Secara umum, manusia cenderung memisahkan peristiwa yang terjadi dalam istilah "baik" dan "buruk". Pemisahan tersebut sering bergantung pada kebiasaan atau tendensi peristiwa itu sendiri. Reaksi mereka terhadap peristiwa tersebut berubah-ubah tergantung pada kepelikan dan bentuk kejadian tersebut; bahkan apa yang akhirnya akan mereka rasakan dan alami biasanya ditentukan oleh kebiasaan sosial masyarakat.

Hampir semua orang memiliki sisa-sisa mimpi masa kecil, bahkan dalam hidup mereka selanjutnya, walaupun rencana-rencana ini tidak selalu terjadi sesuai dengan apa yang diharapkan atau direncanakan. Kita selalu cenderung kepada kejadian-kejadian yang tidak diharapkan dalam hidup. Peristiwa tersebut dapat sekejap saja melemparkan hidup kita ke dalam kekacauan. Ketika seseorang berniat untuk menjalankan hidupnya dengan normal, ia mungkin berhadapan dengan rangkaian perubahan yang pada awalnya terlihat negatif. Seseorang yang sehat bisa dengan tiba-tiba terserang penyakit yang fatal atau kehilangan kemampuan fisik karena kecelakaan. Sekali lagi, seseorang yang kaya bisa saja kehilangan seluruh kekayaannya dengan tiba-tiba.

Hidup seperti menaiki roller-coaster. Reaksi orang berbeda-beda ketika menaikinya. Jika kejadian yang muncul menyenangkan, reaksi mereka baik-baik saja. dalam definisi ini imannya kukuh dan kuat. ia dalam sisi "baik" Akan tetapi, ketika dihadapkan pada hal-hal yang tidak diharapkan, mereka cenderung kecewa, bahkan marah. Kemarahan mereka itu bisa memuncak, bergantung pada sejauh mana mereka berhubungan dengan peristiwa tersebut dan pencapaian mereka dalam masalah ini. Kencenderungan ini biasa terjadi dalam masyarakat yang tenggelam dalam kebodohan.

Ada juga di antara mereka yang saat kecewa berkata, "Pasti ada kebaikan di dalamnya." Bagaimanapun juga, kalimat yang diucapkan tanpa memahami arti sebenarnya hanya semata-mata kebiasaan masyarakat saja.

Masih ada sebagian orang yang memiliki keinginan untuk memikirkan maksud Ilahiah dalam setiap peristiwa, apakah yang mungkin terdapat dalam kejadian-kejadian yang sepele. Akan tetapi, ketika mereka dihadapkan pada peristiwa yang lebih besar, yang sangat mengganggu, tiba-tiba mereka melupakan niat tersebut. Sebagai contoh, seseorang mungkin tidak akan tertekan saat mesin mobilnya rusak tepat ketika ia harus berangkat ke kantor dan ia berusaha berprasangka baik terhadap kejadian tersebut. Akan tetapi, jika keterlambatannya itu membuat bosnya marah atau menjadi alasan hilangnya pekerjaan, ia lalu mencari-cari alasan untuk mengeluh. Dia mungkin akan bersikap sama jika kehilangan perhiasan atau jam mahal. Contoh-contoh ini menunjukkan kepada kita bahwa ada beberapa kejadian kecil yang menyebabkan orang bereaksi dengan wajar atau mereka mau berbaik sangka bahwa hal tersebut mengandung kebaikan. Akan tetapi, contoh-contoh lainnya yang tidak biasa dapat membuatnya mencari pembenaran atas keangkuhan dan kemarahan mereka.

Di sisi lain, sebagian orang hanya menghibur diri dengan berpikir demikian tanpa memiliki pegangan makna yang benar terhadap "melihat kebaikan dalam segala hal". Dengan sikap demikian, mereka percaya bahwa hal tersebut dapat menjadi cara untuk menciptakan kenyamanan bagi mereka yang tengah tertimpa masalah. Misalnya yang terjadi pada anggota keluarga yang bisnisnya tengah berantakan atau seorang teman yang gagal dalam ujian. Bagaimanapun juga, jika kepentingan merekalah yang dipertaruhkan dan mereka terlihat tak sedikit pun memikirkan kebaikan apa yang ada di balik peristiwa tersebut, mereka telah berlaku bodoh.

mungkin ga sebernya gini. apa yang kita lihat kebaikan dan keberuntungan belum tentu  baik menurut Tuhan, dan apa-apa yang menurut Tuhan baik bisa jadi kita melihatnya sebagai musibah atau keburukan.

ketika kita gagal, ketika ditimpa musibah, ketika sakit dan sebagainya, bisa jadi  kita menganggap bahwa kemalangan itu berasal dari kurangnya iman kita. tapi. coba deh berpikir gini. ujian yang terberat tentu untuk mereka yang memang memiliki kualitas dan kemampuan yang sama "kelas berat"nya.. bukan begitu??? mereka pemenang medali emas olimpiade fisika misalnya.. tentu kualitas ujiannya/test-nya berbeda dengan kita yang nilai rata-rata fisikanya 5,4 bener dong??

Sebenarnya, melihat kebaikan dalam segala hal merupakan ungkapan yang biasa. Dalam kehidupan kita sehari-hari, orang sering mengatakan, "Pasti ada kebaikan (hikmah) di balik kejadian ini," atau, "Ini merupakan berkah dari Tuhan."

Biasanya, banyak orang mengucapkan ungkapan-ungkapan tersebut tanpa memahami arti sebenarnya atau semata-mata hanya mengikuti kebiasaan masyarakat yang tidak ada maknanya. Kebanyakan mereka gagal memahami arti yang sebenarnya dari ungkapan-ungkapan tersebut atau bagaimana pemahaman itu dipraktikkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Pada dasarnya, kebanyakan manusia tidak sadar bahwa ungkapan-ungkapan tersebut tidak sekadar untuk diucapkan, tetapi mengandung pengertian yang penting dalam kejadian sehari-hari.

Kenyataannya, kemampuan melihat kebaikan dalam setiap kejadian, apa pun kondisinya-baik yang menyenangkan maupun tidak-merupakan kualitas moral yang penting, yang timbul dari keyakinan yang tulus akan Tuhan, dan ini bisa merupakan sebuah ukuran yang cukup universal untuk membedakan iman dan lawan mainya, tidak beriman. Dan pendekatan tentang kehidupan yang disebabkan oleh keimanan. Pada akhirnya, pemahaman akan kebenaran ini menjadi sangat penting dalam menuntun seseorang tidak hanya untuk mencapai keberkahan hidup di dunia dan akhirat, tetapi juga juga untuk menemukan kedamaian dan kebahagiaan yang tak akan berakhir.

Tanda pemahaman yang benar akan arti iman adalah tidak adanya kekecewaan akan apa pun yang terjadi dalam kehidupan ini. Sebaliknya, jika seseorang gagal melihat kebaikan dalam setiap peristiwa yang terjadi dan terperangkap dalam ketakutan, kekhawatiran, keputusasaan, kesedihan, dan sentimentalisme, ini menunjukkan kurangnya kemurnian iman. begitu juga cara dan kualitas bersyukurnya, dengan cara-cara yang tentu Kebingungan ini harus segera dienyahkan dan kesenangan yang berasal dari keyakinan yang teguh harus diterima sebagai bagian hidup yang penting. Orang yang beriman mengetahui bahwa peristiwa yang pada awalnya terlihat tidak menyenangkan, termasuk hal-hal yang disebabkan oleh tindakannya yang salah, pada akhirnya akan bermanfaat baginya. Jika ia menyebutnya sebagai "kemalangan", "kesialan", atau "seandainya", ini hanyalah untuk menarik pelajaran dari sebuah pengalaman. Dengan kata lain, orang yang beriman mengetahui bahwa ada kebaikan dalam apa pun yang terjadi. Ia belajar dari kesalahannya dan mencari cara untuk memperbaikinya. Bagaimanapun juga, jika ia jatuh dalam kesalahan yang sama, ia ingat bahwa semuanya memiliki maksud tertentu dan mudah saja memutuskan untuk lebih berhati-hati dalam kesempatan mendatang. Bahkan jika hal yang sama terjadi puluhan kali lagi, seorang yang beriman harus ingat bahwa pada akhirnya peristiwa tersebut adalah untuk kebaikan dan menjadi hak Tuhan yang kekal.

ada sebuah kata-kata aneh menurut gue.. tapi mungkin juga bijak.. yah sedikit paradoks lah..

"kesenangan sebenernya hanyalah sebuah kesengsaraan yang tertunda dan kesengsaraan bisa merupakan kebahagiaan dan kesenangan yang tertunda"

mmmm… Iman??? siapa takut???

18
Jul

Kegilaan dan CInta (sebuah Cukilan dari KSMers)

Pada masa dulu, sebelum dunia diciptakan seperti yang kita kenal sekarang dan manusia belum lagi menginjakkan kakinya di sana, semua sifat kebaikan dan kejahatan berkeliaran tak tentu arah dan merasa bosan, tak tahu apa yang hendak dilakukan. Suatu hari, mereka berkumpul dan merasa lebih bosan lagi daripada sebelumnya, sampai ketika Kecerdikan mengemukakan usul "Mari kita bermain petak umpet" Mereka semua menyukai ide tsb, dan secara tiba2 Madness/Kegilaan berteriak : "Aku ingin menghitung, biar aku saja yang menghitung!" Dan karena tidak ada yang cukup gila untuk ingin mencari kegilaan, semua yang lain setuju saja. Kegilaan segera bersandar ke pohon dan mulai menghitung, "Satu, dua, tiga…" Sementara Kegilaan menghitung, semua sifat kebaikan dan kejahatan tsb bersembunyi. Kelembutan menggantung dirinya di ujung bulan, Pengkhianatan bersembunyi di tumpukan sampah. Kasih sayang bergulung di antara awan, dan Nafsu Kegairahan pergi ke tengah2 bumi. Kebohongan berkata akan bersembunyi di bawah batu, tapi ternyata justru bersembunyi di dasar danau. Sementara itu, Ketamakan masuk ke dalam kantung yang kemudian ternyata dirobeknya karena tidak muat. Dan Kegilaan masih terus menghitung, "Tujuh puluh sembilan, delapan puluh, delapan puluh satu…" Ketika itu, semua sifat tsb telah bersembunyi - kecuali Cinta. Seperti keragu-raguan dalam cinta, dia tak bisa memutuskan kemana harus bersembunyi. Dan ini tentu tidak mengejutkan karena kita semua tahu betapa sulitnya menyembunyikan cinta. Pada saat Kegilaan sampai pada hitungan ke-100, Cinta segera melompat bersembunyi ke kebun bunga Mawar. Dan dengan bersemangat Kegilaan berbalik dan berteriak, "Bersiaplah, ini aku datang! Akan kutemukan kalian semua" Kemalasan adalah yang pertama ditemukan, karena dia bahkan tidak punya energi untuk mencoba bersembunyi. Kemudian, secara hampir beruntun Kegilaan segera menemukan Kelembutan di ujung bulan, Kebohongan di dasar danau dan Gairah di tengah2 bumi. Satu persatu Kegilaan menemukan mereka semua -kecuali lagi2 Cinta. Kegilaan mulai menjadi semakin gila karena putus asa untuk menemukan Cinta. Tapi Kecemburuan yang iri pada Cinta karena belum juga ditemukan, berbisik pada Kegilaan, "Kau hanya perlu mencari Cinta, dan dia bersembunyi di semak bunga Mawar." Kegilaan mengambil garpu taman dan menusuk2annya serampangan ke arah semak Mawar. Dia terus menusuk2 sampai terdengar suara tangis memilukan yang membuatnya berhenti. Cinta keluar dari persembunyiannya sambil menutup mukanya dengan tangan. Di antara jari2nya mengalir darah segar yang ternyata berasal dari kedua belah matanya. Kegilaan yang terlalu bersemangat untuk menemukan Cinta, tanpa sengaja telah melukai mata dari Cinta. "Apa yang telah kulakukan!" teriaknya menyesal. "Aku telah membuatmu buta! Bagaimana aku harus memperbaikinya?" Cinta menjawab, "Kau tak mungkin memperbaikinya. Tapi kalau kamu bersedia melakukan sesuatu untukku, kamu bisa menjadi guide-ku." Dan semenjak itulah, Cinta itu buta namun dia bisa melihat dalam kegelapan, karena dia selalu didampingi oleh Kegilaan.

16
Jul

citizen of the univers…that what we are…

kita hanya orang biasa. yang kebetulan terperangkap bersama-sama menjadi warga negara semesta. kita adalah "sesuatu" meskipun kita sendiri yang akan menilai kita adalah siapa..

ada atau tidak adanya kita dan keberadaannya tentu berkait dari pandangan siapa termasuk dari pandangan kita sendiri. bahwa eksistensi kita memang ditentukan dan ditakdirkan oleh "sesuatu" meskipun kita tak akan pernah bisa tahu tentang sesuatu yang menentukan kita itu apa…atau siapa???

persis seperti keberadaan seorang kuman di dalam helai rambut kelinci. mungkin kita adalah jasad renik dari semesta. dibandingkan dengan jagat raya sekalipun kita berkuasa kita tetap bukan apa-apa dan siapa-siapa… karena sejak awal kita memang bukan apa-apa.

ketika kita lahir kita hanyalah sesunguk placenta. yang pada gilirannya terbatas pada unsur lainnya yang menyambung satu-padukan kita dengan unsur hara lainnya.

kita memang boleh merasakan istimewa-nya keberadaan "kita" karena dari ketiadaan tiba-tiba menjadi ada. meskipun itu pula sebuah alasan kenapa kita justru harus pula merasa kita adalah bukan apa-apa hanya.

ordinary people…..

16
Jul

Apa itu cinta (minjem dari orang nih)

APAKAH ITU CINTA? Bila telapak tanganmu berkeringat, Hatimu dag dig dug, Suaramu bagai tersangkut di tenggorokan, Itu bukan cinta, tetapi SUKA. Bila tanganmu tidak dapat berhenti memegang dan menyentuhnya, Itu bukan cinta tetapi BERAHI. Bila kamu menginginkannya karena tahu Ia akan selalu berada di sampingmu, Itu bukan cinta tetapi KESEPIAN. Bila kamu menerima pernyataan cintanya Karena kamu tak mau menyakiti hatinya, Itu bukan cinta tetapi KASIHAN. Bila kamu bersedia memberikan semua Yang kamu sukai demi dia, Itu bukan cinta tetapi KEMURAHAN HATI. Bila kamu bangga dan selalu ingin memamerkannya Kepada semua orang, Itu bukan cinta tetapi KEMUJURAN. Bila kamu mengatakan padanya bahwa ia adalah Satu-satunya hal yang kamu pikirkan, Itu bukan cinta tetapi GOMBAL. Ketika Kamu MENCINTAINYA, Ketika kamu MENERIMA KESALAHAN DIA, Karena itu adalah BAGIAN DARI KEPRIBADIANNYA. Ketika kamu RELA MEMBERIKAN HATIMU, KEHIDUPANMU, BAHKAN KEMATIANMU Ketika HATIMU TERCABIK BILA IA SEDIH, dan BERBUNGA BILA IA BAHAGIA Ketika kamu MENANGIS UNTUK KEPEDIHANNYA Biarpun ia cukup tegar menghadapinya Ketika kamu tertarik kepada orang lain Tetapi kamu masih SETIA bersamanya. CINTA adalah PENGORBANAN MENCINTAI berarti MEMBERI DIRI. CINTA adalah KEMATIAN ATAS EGOISME dan EGOSENTRISME. Kadang itu menyakitkan, tetapi itulah harga yang harus dibayar… Untuk sebuah CINTA Semua diatas adalah kata perumpamaan, tapi Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia…

15
Jul

Suka chatting ya…??? nih baca

Komunikasi Maya

Saat kita berkenalan. Kita berada dalam sebuah ruang virtual, suatu ruang dimana semua komunikasi dan transkomunikasi makna dan nilai menjadi sedemikian sangat cair. Sangat mudah, sangat dekat, sekaligus sangat rapuh. Kondisi ini seringkali kita menyebutnya sebagai maya.

Sebuah wahana yang sangat random, penuh dengan ketersaling terbukaan semu, penuh dengan nilai dan kondisi yang juga sama semunya. Sebab yang ada memang realitas virtual itu sendiri dimana. Realitas yang hadir tidak memerlukan sebuah indera yang sejati. Ini dunia maya man…..

Ruang pertukaran identitas bukan lagi disekolah, di rumah, lingkungan, di mall, di tempat ngeceng dan gaul, di alun-alun, direstoran atau dibus

kota

sekalipun misalnya dan sebagainya. Melainkan juga ruang pertukaran identitas telah sangat berkembang dengan mengiringi laju perkembangan dunia teknologi komunikasi dan telekomunikasi. Dunia internet mambuka ruang pertukaran identitas yang sangat terbuka. Sangat tranparan, sangat digital. Ruang yang tercipta menjadi ruang hipersimbolik, hipertransparan, hiperealitas, hiperidentity, hiperkreasi, hiperimajinasi dan sebagainya.

Beauty_Angel. Adalah sebuah kode dari sebuah identitas maya. Sebuah ruang yang lagi-lagi bisa menjadi benar dalam definisi realitas kesemu-an-nya belaka. Bahkan menjadi hiperealitas, dimana dan juga karena pertemuan ruang privasi bukan hanya menjadi milik dua orang yang saling berkomunikasi, melainkan, ruang yang sangat terbuka bagi miliaran individu bertemu secara random dengan kode-kode virtual, dimana identitas dibuat bukan saja sebagai alat penggambaran diri, melainkan juga identitas terkadang dibuat sebagai alat pengkaburan diri. Identitas menjadi sebuah alat transkomunikasi dalam hiperealitas menjadikan identitas tesebut sebuah petualangan mengeksplorasi.

Identitas dunia kita. Dunia realitas. Dimana seorang Venny adalah seorang manusia dengan bentuk manusianya, jika kita masuk kedunia maya. Maka bentuk identitas bukan lagi bentuk venny seorang manusia melainkan bentuk venny sebagai sebuah nama. Apalah arti sebuah nama kata Shakespeare. Namun kata-kata sastra ini justru sebenarnya mengandung pengertian bahwa sebuah nama menjadi sebuah identitas yang maha penting untuk menggambarkan sebuah sosok, sesosok placenta yang bernama manusia. Dalam dunia maya, sesosok placenta tadi berubah demikian cepat menjadi sesosok image.

Sekarang kita berada dalam tataran image. Dimana seorang dadan, mungkin akan dibuat, dibangun sedemikian tampan, rupawan, atletis, menyenangkan, cerdas, baik, dan sebagainya. Adalah bentuk dari bangunan image. Bangunan yang memang dibangun dengan sebuah tujuan yang memberikan kesan affirmatif atau bahkan akumulatif.

Bahkan seorang laki-laki setengah baya (berumur 48th. misalnya) membangun sebuah image bahwa dia masih berumur 24 tahun dengan hanya memberikan sebuah identitas maya. cogan_cari_ce. Ini bukan sekedar untuk merepresentasikan simbolisasi makna pencarian, melainkan simbolisasi ketampanan dan kemudaan yang teramat dibuat-buat.

Siapa yang bisa mengira jeaniffer22 adalah seorang banci yang sudah berganti kelamin, atau lisa_cute ternyata seorang cowok yang sedang mencari mangsa untuk sekedar iseng, atau Jandamudamanis adalah seorang PTS (pria tuna susila=gigolo)hehehehehe. Mungkin reaksi sesaat kita akan terpingkal mendengarnya. Tapi ini ada, dan sebagai sebuah realitas. Media internet membentuk realitas atas realitasnyanya sendiri. Dan itu yang kita namakan hipereality.

Sudah jamak, bahwa dalam pergaulan dunia cyber, tidak memakai nama aslinya, bahkan didalam berbagai mailing list yang bertopik seriuspun, kita masih bisa mendapati banyak orang menggunakan nickname ketimbang nama aslinya. Nickname bukan semata-mata nama pengganti bukan? Sadar atau tidak, ada banyak pertimbangan ketika seseorang memilih nickname. Dan apapun pertimbangan dibelakang pemilihan sebuah nickname muaranya adalah pencitraan diri.

Nickname-nickname itu juga menyebarkan pesan , “Temukanlah Aku”. Berbarengan dengan itu, dalam sebuah chat room, nickname juga sekaligus mempunyai prefesensi tertentu mengenai topik dan lawan bicara yang ia kehendaki. Dalam dunia cyber berbagai kepentingan menjadi santapan mulai dari kepentingan sosiologis, ekonomis, atau bahakan biologis (kasarnya). Dapat kita jumpai disini.

dadan2004

15
Jul

Suatu Malam di Nagoya..(nun di Batam sana)

Aku sendiri, tak tahu ingin menuju kemana, Kaki ini hanya melangkah di pinggiran trotoar Sementara geliat, pikir ku mengembara Sementara lalu lintas terus juga di sesaki mobil-mobil mewah yang bergelimpangan Di negeri ku yang miskin dan papah serta penuh kepalsuan ini Mungkin mereka memang hanya menjual; kepalsuan Kekayaan palsu Kemewahan palsu Glamorpun palsu Suatu malam di Nagoya Tapi kapan juga kepalsuan itu bisa kunaiki Bukan. Jelas bukan untuk selimuti ku Melainkan sekedar kutunggangi Sebab untukku Semua ini hanya sebuah kendara Tidak ada kendala bagiku untuk sewaktu-waktu melepasnya Jelas tidak Saat itu hanya ada satu mimpi Suatu mimpi di Nagoya Pada suatu malam Dan aku terbangun Dengan segala kendara yang membuatku leluasa Dengan kekuasaan Meski ku bukan untuk menekan, melainkan untuk membebaskan Membebaskan diriku Dan saudara-saudara ku yang terkekang akan keterbatasan, kekurang merdekaan mereka Pada sekedar materi Suatu hari dipuncak menara Sebuah Penth House. Dan angin yang dingin menerpa Mungkin semenjak menanjak. Jelas kurasakan berbagai hal menjadi dingin. Dingin yang kejam. Tidak ada kompromi. Karena begitu akan banyaknya pengorbanan. Mungkin sedikitnya kehangatan hanya sekedar untuk sesekali. Sisanya lagi-lagi memang hanya kepalsuan. Suatu malam di Nagoya Hidup adalah suatu pilihan Dan pilihan-pilihan itu akan terus tetemukan disetiap kelokan-kelokan. Dan kelokan-kelokan akan membuat kita terus waspada bila tak ingin tergelincir Mungkin terkadang memang harus membiarkan tergelincir Itupun hanya untuk membuat kita tetap memiliki, apa yang ada saat ini. Dan juga mengurangi perlawanan, dan sekedar mengiba rasa simpati yang lainnya. Suatu hari bangun dari Nagoya–dream (Mimpi). Mungkin memang hanya kata-kata itu yang akan terus kutemukan. Tapi hari ini akau pasti dan yakin benar Aku akan pulang Kerumah kumembawa sekedarnya kehangatan jiwa dan optimisme untuk ku bagi dan tak lupa KUBAGIKAN BAGI keluargaku dan segenap makhluk tercinta di planet ini. Sebagaimana juga cinta, kebencian juga merupakan anugrah, terutama kebencian terhadap rasa kebencian itu sendiri. Gibrandream

13
Jul

Kematian Tuhan (jadi inget tulisan ini buat temen gw jauh disana)

Kematian Tuhan “……Pada mulanya, manusia hanya menciptakan satu Tuhan yang merupakan Penyebab Pertama bagi segala sesuatu dan Penguasa Langit dan Bumi. Dia tidak terwakili oleh gambaran apapun dan tidak memiliki kuil atau pendeta yang mengabdi kepadaNya. Dia terlalu luhur bagi ibadah manusia yang tidak memadai. Perlahan ia memudar dari kesadaran umatnya. Dia telah menjadi begitu jauh. Sehingga mereka memutuskan bahwa mereka tidak lagi menginginkannya. Pada akhirnya dia dikatakan telah menghilang…” Begitulah kira-kira apa yang dikemukakan oleh Wilhelm Schmidt dalam The Origin of The Idea of God. Ia menyatakan bahwa telah ada suatu agama monoteis primitif. Sebelum manusia mulai menyembah banyak dewa. Pada awalnya mereka hanya mengakui satu Tuhan Tertinggi, yang telah menciptakan dunia dan menata urusan manusia dari kejauhan. Dan sejarah memang selalu terulang. Seperti sebuah episode yang selalu berulang dan berulang. Hal tersebut merupakan kontraksi sejarah manusia dengan sejarah itu sendiri. Begitu juga dengan kehidupan aktual kita, kita banyak sekali jumpai manusia hidup dengan berbagai ragam keyakinan. Juga dengan berbagai macam Tuhan ataupun Dewa. Pada awalnya tidak ada kultus khusus untuk-Nya dan Dia tidak pernah tampil dalam penggambaran apapun. Karena Dia memang teramat luhur bagi akal dan budi manusia yang teramat terbatas. Dalam sebuah diskusi dengan banyak kalangan, sebuah pro-testimoni kadang terlempar. Dengan nada yang sama yang juga dikemukakan oleh Schmidt, Kita diciptakan oleh Tuhan atau Tuhan diciptakan oleh kita. ? Satu-satunya metode deduktif tentang ini adalah Sosio-sejarah. Meski demikian sejarah memang lebih membiarkan kecenderungan, bahwa manusialah yang menciptakan Tuhan dan bukan sebaliknya. Hal ini sekaligus peluang untuk dapat berkorespondensi dengan jalannya alur kebenaran yang di sajikan justru oleh sejarah sendiri. Karena sejarah bersifat skeptif, seperti halnya juga kebenaran eksak. Ia akan terus berpeluang untuk teruji. Orang yang tidak mempelajari sejarah akan di kibuli dongeng. Sebuah kata-kata bijak ini dipahat disebuah gereja di Philipina. Tuhan yang satu, tak terjangkau oleh pikiran manusia, namun dia dipersepsi secara berbeda-beda oleh berbagai kelompok manusia sepanjang sejarah. Bahkan setiap generasi hampir secara bersamaan menciptakan citra Tuhannya yang sendiri. Bagaimana mungkin makna ini jadi sedemikian paradoks. Disatu sisi Tuhan adalah satu, namun disisi lain setiap zaman nyatanya dalam sejarah menciptakan Tuhannya sendiri. Apakah mungkin Tuhan adalah suatu oknum. Tentu mengerdilkan arti esensinya. Tapi ini nyata, dan jelas-jelas faktuil. Dalam sejarah kita jumpai hal ini sebagai kenyataan yang tidak bisa kita bantah. Lalu apakah mungkin, Tuhan yang ada saat ini kelak masih akan mengalami perubahan. Jawabannya …..justru sangat pasti. Tuhan mungkin tidak berubah, namun manusialah yang berubah. Persepsi manusialah peluang akan perubahan itu. Kita mungkin ingin mendekatkan Tuhan untuk menjadi sekedar teman tidur, yang menentramkan pada saat yang bersamaan kita juga memohon dia memberikan keajaiban-keajaiban, yang mampu menebalkan keimanan. Sementara itu kita lupa bahwa Tuhan yang sama juga, Tuhan yang menciptakan alam semesta. Yang memberi hukum-hukum atas kekekalan energi. Dan berjalannya semua pusat-pusat alam semesta. Lalu kita mulai memberi tekanan bawa Tuhan Subyektif lah yang benar dengan memberi gagasan akan kebenaran obyektifnya seputar keajaiban, dan Pro-survivorisme terhadap kehidupan kita. (soteriologi) Kita mungkin membayangkan betapa benarnya Tuhan yang kita sembah, lantaran ia memang memberikan keajaiban yang kita mohonkan. Sementara itu Tuhan yang sama juga memberikan kehidupan, dan jawaban-jawaban pada mereka yang justru tidak mempercayainya atau tidak sama dengan gambaran Tuhan yang “benar” yang kita sembah itu. Dan atau sama sekali tidak beragama Robinson Crusoe, merupakan sebuah epic, yang secara tidak sadar mewarnai teologi saat abad 15-18. Cerita ketika dia terdampar di perairan Polynesia. Dan mendapati teman seorang Negro. Yang dalam anggapannya Tuhan si Negro adalaha Setan. Tentu yang dia maksud “Setan” karena temannya berkulit hitam. Berwajah sangar. Dan bertuhan Buaya. Sedangkan Robinson Crusoe, menggambarkan Tuhannya persis seperti dirinya. Berkulit putih dan tentu saja rupawan. Ketika Temannya mengatakan yang disembahnya adalah yang Maha Kuat, maha tidak tertandingi, maha ada, maha tersembunyi dan menunjuk simbolisasinya adalah Buaya. Maka praktis lengkap sudah gambaran Setan itu. Hal ini sebuah gambaran subyektif terhadap kebenaran. Hanya saja kita mungkin luput bahwa, penggambaran citra Tuhan, mungkin berbeda dalam setiap keyakinan. Tetapi bahwa Tuhan sebagai Pencipta alam semesta, tak pernah diragukan lagi, dan hampir semua kepercayaan secara bersamaan menyatakannya. Kita dan semua hidup dalam sebuah botol yang sama. Dalam alam semesta yang sama. Apakah mungkin kita sang pembuat botol itu sendiri oknum yang berbeda. Jika si Lisa, Dian, Nita, Maureen. Lia, Dani Berbeda agama. Sudah tentu Tuhan. Yang disembahnya berbeda???. Sebagaimana Robinson Crusoe mempersepsikan bahwa yang disembah kawannya yang berkulit hitam adalah setan. Karena jauh dari gambaran fisik Tuhan orang Barat. Jika demikian pemikiran Crusoe bukan hanya mengandung kebencian rasial, melainkan Gambaran Tuhan yang maha Tidak adil. Karena hanya berkulit tertentu sehingga hanya mewakili satu gambaran. Sedangkan Tuhan Pasti Maha Wujud. Segala gambaran. Itulah dia. Pada beberapa dekade belakangan, bahkan terjadi diskursus yang sangat panas. Bahwa Karena Tuhan telah terlanjur secara khusus dikenal sebagai berjenis kelamin “laki-laki” meski dalam bahasa inggris kaum monoteis lazim menunjuk kata ganti-Nya dengan sebutan “he”. Hal ini tentu memberikan sebuah ketidakadilan gender. Dan secara terlanjur gramatikal bahasa Inggris memang membedakan gender sebagai kata ganti orang. Kaum feminis dengan sangat sadar menaruh keberatan terhadap hal ini, persoalan ini membawa Tuhan pada titik yang sangat sulit untuk dicerna. Sehingga jelas memberikan problem yang sangat serius terutama Penggunaan kata maskulin ini sebagai kata ganti Tuhan menjadi persoalan dalam bahasa bergender. Dan banyak pula kaum feminis yang secara agresif merubah kata ganti he menjadi she. Akan tetapi, dalam bahasa Yahudi, Arab, dan Prancis, gender gramatikal memberikan nada dan dialektika seksual terhadap diskursus teologis. Yang justru dapat memberikan keseimbangan yang sering tidak ada dalam bahasa Inggris. Misalnya kata Arab Allah (nama tertinggi dari Tuhan) adalah maskulin secara gramatikal, tetapi kata esensi Tuhan. Yang Maha Pengasih dan Penyayang—Ar Rahman Ar Rohim. Adalah feminim. Dalam bible sendiri kata Allah dipakai. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan bahasa ketika masa dan tempat Yesus hidup. Yakni bahasa Aramin.(Arab Kuno) sehingga, tentu dalam masa awalnya Penggambaran tentang Tuhan tidak mengalami polarisasi. Namun ketika pengalihan bahasa. Dengan tanpa memperhatikan bahasa aslinya. Mungkin menjadi jalan menuju polarisasi gramatikal yang pada gilirannya mendorong distorsi makna. Bible sendiri ditulis pertama kali dalam bahasa Yunani. 350 tahun setelah Yesus. Dan sayangnya rasul Paulus tidak memberikan salinan yang berbahasa Aramin. Tentu terjadi suatu rentang waktu yang panjang dan mengalami fase-fase polarisasi gramatikal. Untuk kurun waktu yang lama dan jauh dari apa yang sepatutnya ditangkap dalam awal-awal ajarannya, mungkin distorsi makna memang terkadang tidak terhindarkan. Ini mungkin jalan menuju kematian Tuhan. Justru ketika kita dengan mudah mengambil Tuhan sebagai alat kita mencapai kebenaran subyektif dan asosiatif. Tentu mengandung benih caufinisme. Terkadang cara pandang ini lebih memberikan kebutaan ketimbang pencerahan. Menjadi fundamentalis mungkin menjadi orang yang tenang dan damai, meski dibalik itu, sosok kebenaran akan sangat punitif dan orthodoks. Jika kita jujur tentu saja akan sangat banyak contoh aktual mengenai konlik yang dilandasi atas perbedaan keyakinan, agama, sekte, aliran dan sejenisnya. Perang misalnya. Mungkin menjadi situs paling aktual bagi penjelasan mengapa sosok kebenaran menjadi demikian rawan. Bahwa Perang sadar-ataupun tidak sadar. Disengaja maupun tidak. Jelas masih memiliki kaitannya dengan agama. Karena jika kita bicara jujur. Mungkin jangan-jangan kita memang masih mempersoalkan kebenaran atas kesadaran subyektif. Persis seperti gambaran Crusoe bahwa yang bukan gambaran Tuhan seperti dirinya adalah Gambaran kontra tehadap Tuhan. Mungkin Setan. Irlandia dan Inggris misalnya, sebagai pertarungan Katolik dan Protestan, atau Israel dan Palestina, sebagai wujud Jihad kaum muslim dan semangat zionisme Israel. Sebagai sebuah gagasan yang berakar pada keyakinan bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa yang terpilih oleh Tuhan. (lihat bible). Dan inilah kematian Tuhan itu. Agama sebagai sumber keselamatan dan pengemban arah kedamaian justru menjadi alas konflik yang justru jauh lebih berakibat menyengsarakan. Yang pada gilirannya tentu menyengsarakan citra tentang Tuhan. Sehingga orang justru menjadi sangat tidak ber Tuhan untuk sekedar menghilangkan kegelisahan akan kesengsaraan yang ditimbulkan manakala orang beragama justru mempercayai Tuhan.

Lelaki kecil dalam Kurun masa berlalu………….. Dadan

13
Jul

pasangan sempurna

Ini kisah perjumpaaan dua orang sehabat yang sudah puluhan tahun berpisah. Mereka kangen2an, ngobrol santai sambil minum kopi di sebuah cafe.Awalnya topik yang dibicarakan adalah soal2 nostalgia zaman sekolah dulu, namun pada akhirnya menyangkut kehidupan mereka sekarang ini. "Ngomong2, mengapa sampai sekarang kamu belum menikah?" ujar seorang kepada temannya yang sampai sekarang masih membujang. "Sejujurnya sampai saat ini saya masih terus mencari wanita yang sempurna. Itulah sebabnya saya masih melajang. Dulu waktu saya di Bandung, saya berjumpa dengan wanita yang cantik yang amat pintar. Saya pikir inilah wanita ideal saya dan cocok menjadi istri saya. Namun belakangan di masa pacaran ketahuan dia amat sombong. Hubungan kami putus sampai disitu. Di Yogyakarta saya ketemu seorang perempuan yang cantik jelita,ramah dan dermawan. Pada perjumpaan pertama aku kasmaran. Hatiku berdesir kencang, inilah wanita idealku. Namun belakangan saya ketahui,ia banyak tingkah dan tidak bertanggung jawab. Dan ketika aku di Jakarta, aku ketemu wanita yang manis, baik,periang dan pintar. Dia sangat menyenangkan apalagi bila diajak berbicara,selalu nyambung dan penuh humor. Tapi terakhir aku ketahui kalau dia dari keluarga yang berantakan dan selalu menuntut. Akhirnya kami berpisah. Saya terus mencari, namun selalu mendapatkan kekurangan dan kelemahan pada wanita yang saya taksir. Sampai pada suatu hari, saya bersua dengan wanita ideal yang saya dambakan selama ini. Ia begitu cantik,pintar, baik hati, dermawan dan penuh humor. Dia juga sangat perhatian dan sayang kepada orang lain. Saya pikir inilah pendamping hidup saya yang dikirim oleh Tuhan untuk saya". "Lantas", sergah temannya yang dari tadi tekun mendengarkan "Apa yang terjadi? Mengapa kamu tidak langsung meminangnya?". Yang ditanya diam sejenak dan akhirnya dengan suara lirih si bujangan itu menjawab, "Baru belakangan aku ketahui bahwa ia juga sedang mencari pria yang sempurna".

08
Jul

Teori buah apel dan putaran roda

10tahun yg lalu tatkala kita masih berawal disebuah perguruan tinggi negeri terkemuka dinegeri ini.. boleh dibilang kawah candradimukanya pemimpin bangsa.. katanya…

tiba-tiba sebuah teori ditemukan dalam lintasan perbincangan antara dadan dan taufik(seorang sahabat yg ngakunya bisa 5 bahasa). Teori buah apel. begitu namanya. sebenernya hanya mengambil kerangka dari bentuknya yang seperti bulatan dengan kurva berbentuk cinta. ini memang bukan teori tentang cinta karena hampir ga ada hubungannya tapi… tentang siklus hidup dan peradaban…

hampir sebuah orang tau bentuknya. bagian tengah biasanya mengerucut lebih mengecil dari sisi-sisinya. dan kadang kala digambar dalam bentuk kurva cinta dengan kuncup dibawahnya ditarik masuk kedalam kembali. setidaknya persis seperti kurva tersebutlah. cuma dengan modifikasi..nah…

hidup itu persis seperti itu. awalnya kita mengandaikan seperti putaran roda. tapi ini jadi seterngah roda karena terpotong di tengahnya.. yang bagian tengahnya meluncur ke bawah. dan bila ia telah kebawah ia akan kembali ke atas.

entah kenapa kok… makin banyak pembuktiannya PiK..(andai km baca ini) banyak temen2 gw berasal dari kalangan atas, lambat laun mereka menuju sebuah katarsis dan etape puncaknya.. lalu kemudian meluncur sejadinya ke bawah..dengan kecepatan teramat pesat. banyak temen2 yang awalnya dari kalangan bawah.. justru menanjak dengn setapak keatas mengais tangga demi tangga hidup mereka. dan sampailah mereka ke atas.. ga tau dimana.. yang pasti cukup atas untuk bisa dibilang menengahlah.

entahlah obrolan kita kayaknya kok jadi pengganti teori putaran roa ya pic.. klo putaran roda ga tau kecepatan mereka yang menukik kebawah karena putaran roda nasib hanya menjelaskan alur determinannya. belum ke penjelasan laju, teknik dan tangkai harapannya…

pic… entahlah.. kita dimana ya.. yang jelas bukan juga dari bawah… tapi jangan sampe juga kita dari atas.. hahahahaha… soalnya.. jelas arahnya menuju kemana….

sama persis dengan waktu gw ngambil sosiologi ekonomi … taipan2 yang ada dimuka bumi ini hanya berhasil bertahan pada generasi kedua dan selanjutnya yang ketiga punya kemungkinan trickle down ya…yang tragis malah nasib anak2nya rockefeler… hampir semua Koit cuma gara2 narkoba and kecelakaan. makanya sampe ada istilah rockefeler syndrome…

duh kangen banget masa2 kul.. bikin teori2 aneh ya pic… kapan bisa lanjutin teori lebih dahsyat dari teori big bang-nya stephen hawking pic…where are u???